A. Pengertian Landasan Pendidikan
Sumber: https://www.qureta.com/uploads/post/pendidikan.jpg
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, disebutkan;
Landasan : alas/bantalan/paron/tempat mendarat dan bertaplak/dasar/tumpuan
Pendidikan : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan/proses/cara/perbuatan mendidik.
Secara leksikal, landasan berarti tumpuan, dasar atau alas, karena itu landasan merupakan tempat bertumpu atau titik tolak atau dasar pijakan. Titik tolak atau dasar pijakan ini dapat bersifat material (contoh: landasan pesawat terbang); dapat pula bersifat konseptual (contoh: landasan pendidikan). Landasan yang bersifat koseptual identik dengan asumsi, adapun asumsi dapat dibedakan menjadi tiga macam asumsi, yaitu aksioma, postulat dan premis tersembunyi.
Landasan pendidikan adalah asumsi-asumsi yang menjadi dasar pijakan atau titik tolak dalam rangka praktik pendidikan dan atau studi pendidikan.
B.Pengertian Landasan Pendidikan Menurut Para Ahli
Beberapa pengertian landasan pendidikan menurut para ahli, yaitu:
• TatangSyarifudin
Landasan pendidikan adalah seperangkat asumsi yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan. Karena dalam pendidikan mestiter dapat studi pendidikan dan praktek pendidikan, maka istilah landasan pendidikan dapat pula didefinisikan sebagai seperangkat asumsi yang dijadikan titik tolak dalam rangka praktek pendidikan dan/atau studi pendidikan.
• Suyitno(2009:5)
Landasan terdapat dua jenis:
o Landasan bersifat material, yaitu yang mengarah pada bentuk fisik atau bangunan.
o Landasan bersifat konseptual, yaitu mengarah pada konsep atau teori.
C.Jenis – jenis Landasan Pendidikan
1. Landasan Filosofis.
Landasan Filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakikat pendidikan, yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok seperti:
Apakah pendidikan itu, mengapa pendidikan itu diperlukan,apa yang seharusnya menjadi tujuannya, dan sebagainya.
Landasan filosofis adalah landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat (falsafat, falsafah). Kata filsafat (philosophy) bersumber dari bahasaYunani, philein berarti mencintai, dan sophos atau sophis berarti hikmah, arif, atau bijaksana. Filsafat menelaah sesuatu secara radikal, menyeluruh dan konseptual yang menghasilkan konsepsi-kosnsepsi mengenai kehidupan dan dunia. Konsepsi-konsepsi silosofis tentang kehidupan manusia dan dunianya pada umumnya bersumber dari dua faktor, yaitu:
a. Religi dan etika yang bertumpu pada keyakinan
b.Ilmu pengetahuan yang mengandalkan penalaran.
Filsafat berada dianatara keduanya: Kawasannya seluas religi, namun lebih dekat dengan ilmu pengetahuan karena filsafat timbul dari keraguan dan karena mengandalkan akal manusia.
Tinjauan filosofis tentang sesuatu, termasuk pendidikan, berarti berpikir bebas serta merentang pikiran sampai sejauh-jauhnya tentang sesuatu itu.
Penggunaan istilah filsafat dapat dalam dua pendekatan, yakni:
Filsafat sebagai kelanjutan dari berpikir ilmiah, yang dapat dilakukan oleh setiap orang serta sangat bermanfaat dalam memberi makna kepada ilmu pengetahuannya itu.
Filsafat sebagai kajian khusus yang formal, yang mencakup logika, epistemology (tentang benar dan salah), etika (tentang baik dan buruk), estetika (tentang indah dan jelek), metafisika (tentang hakikat yang “ada”, termasuk akal itu sendiri), serta social dan politik (filsafat pemerintahan).
Kajian-kajian yang dilakukan oleh berbagai cabang filsafat (logika,epistemology, etika, dan estetika, metafisika dan lain-lain) akan besar pengaruhnya terhadap pendidikan, karena prinsip-prinsip dan kebenaran-kebenaran hasil kajian tersebut pada umumnya diterapkan dalam bidang pendidikan. Peranan filsafat dalam bidang pendidikan tersebut berkaitan dengan hasil kajian antara lain tentang:
Keberadaan dan kedudukan manusia sebagai mahluk didunia ini,seperti yang disimpulkan sebagai zoon politicon, homo sapiens, animal educandum, dan sebagainya.
c. Masyarakat dan kebudayaannya.
Keterbatasan manusia sebagai mahluk hidup yang banyak menghadapi tantangan; dan Perlunya landasan pemikiran dalam pekerjaan pendidikan, utamanya filsafat pendidikan. Hasil-hasil kajian filsafat tersebut, utamanya tentang konsepsi manusia dan dunianya, sangat besar pengaruhnya
terhadap pendidikan. Beberapa aliran filsafat yaitu sebagai berikut:
1) Naturalisme
Naturalisme merupakan aliran filsafat yang menganggap segala kenyataan yang bisa ditangkap oleh panca indera sebagai kebenaran yang sebenarnya. Aliran ini biasa pula diberi nama yang berbeda sesuai dengan variasi penekanan konsepsinya tentang manusia dan dunianya.
2) Idealisme
Berbeda dengan aliran diatas, Idealisme menegaskan bahwa hakikat kenyataan adalah ide sebagai gagasan kejiwaan. Apa yang dianggap kebenaran realitas hanyalah bayangan atau refleksi dari ide sebagai
kebenaran bersifat spiritual atau mental. Ide sebagai gagasan kejiwaan itulah sebagai kebenaran atau nilai sejati yang absolute dan abadi.
3) Pragmatisme
Pragmatisme merupakan aliran filsafat yang mengemukakan bahwa segala sesuatu harus dinilai dari segi nilai kegunaan praktis; dengan kata lain, paham ini menyatakan yang berfaedah itu harus benar, atau ukuran kebenaran didasarkan pda kemanfaatan dari sesuatu itu harus benar.Atau ukuran kebenaran didasarkan kepada kemanfaatan dari sesuatu itu kepada manusia.John Dewey, salah seorang tokoh pragmatisme,mengemukakan bahwa penerapan konsep pragmatisme secara
eksperimental melalui lima tahap :
Situasi tak tentu (indeterminate situation), yakni timbulnya situasi ketegangan didalam pengalaman yang perlu dijabarkan secara spesifik.Diagnosi, yakni mempertajam masalah termasuk perkiraan faktor penyebabnya.Hipotesis,yakni penemuan gagasan yang diperkiarakandapat mengatasi masalah. Pengujian hipotesis, yakni pelaksanaan
berbagai hipotesis dan membandingkan hasilnya serta implikasinya masing-masing jika dipraktikkan. Evaluasi, yakni mempertimbangkan hasilnya setelah hipotesis terbaik dilaksanakan.
Oleh karena itu, bagi paragtisme, pendidikan adalah suatu proses eksperimental dan metode mengajar yang penting adalah metode pemecahan masalah. Pengaruh aliran paragtisme tersebut bahkan terwujud dalam gerakan pendidikan progresif atau progresivisme sebagai bagian dari suatu gerakan reformasi sosiopolitik pada akhir abad XIX dan awal abad XX di Amerika Serikat.Progresivisme menentang pendidikan tradisionalis serta mengembangkan teori pendidikan dengan prinsip-prinsip antara lain:
a) Anak harus bebas agar dapat berkembang wajar.
b) Menumbuhkan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar.
c) Guru harus menjadi peneliti dan pembimbing kegiatan belajar.
d) Harus ada kerja sama sekolah dan rumah.
e) Sekolah progresif harus merupakan suatu laboraturium untuk melakukan eksperimentasi. Selanjutnya perlu dikemukakan secara ringkas empat mazhab filsafat pendidikan yang besar pengaruhnya dalam pemikiran dan penyelenggaraan pendidikan. Keempat mazhab filsafat pendidikan itu.
4) Esensialisme
Esensialisme merupakan mazhab filsafat pendidikan yang menerapkan prinsip idealisme dan realisme secara eklektis. Berdasarkan eklektisisme tersebut tersebut maka esensialisme tersebut menitik beratkan penerapan prinsip idealisme atau realisme dengan tidak meleburkan prinsip-prinsipnya. Filsafat idealisme memberikan dasar tinjauan yang realistic. Matematika yang sangat diutamakan idealisme, juga penting artinya bagi filsafat realism, karena matematika adalah alat menghitung penjumlahan dari apa-apa yang riil, materiil dan nyata.
Menurut Mazhab ensesialisme, yang termasuk the liberalarts, yaitu:
a) Penguasaan bahasa termasuk rerorika
b) Gramatika
c) Kesusateraan
d) Filsafat
e) Ilmu kealaman
f) Matematika
g) Sejarah
h) Seni keindahan (fine arts)
5) Perenialisme
Ada persama antara perenialisme dan esensialisme, yakni keduanya membela kurikulum tradisional yang berpusat pada mata pelajaran yang poko-pokok (subject centered). Perbedaannya ialah perenialisme menekankan keabadian teori kehikamatan, yaitu:
a) Pengetahuan yang benar (truth)
b) Keindahan (beauty)
c) Kecintaan kepada kebaikan (goodness)
Oleh karena itu dinamakan perenialisme karena kurikulumnya berisi materi yang konstan atau perennial. Prinsip pendidikan antara lain:
a) Konsep pendidikan itu bersifat abadi, karena hakikat manusia tak pernah berubah.
b) Inti pendidikan haruslah mengembangkan kekhususan mahluk manusia yang unik, yaitu kemampuan berpikir.
c) Tujuan belajar ialah mengenal kebenaran abadi dan universal.
d) Pendidikan merupakan persiapan bagi kehidupan sebenarnya.
e) Kebenaran abadi itu diajarkan melalui pelajaran-pelajaran dasar (basic subjects).
5) Pragmatisme dan Progresivisme
Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis, di bidang pendidikan, aliran ini melahirkan
progresivisme yang menentang pendidikan tradisional.Progresivisme yaitu perubahan untuk maju. Manusia akan mengalami perkembangan apabila berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya berdasarkan pemikiran. Progresivisme atau gerakan pendidikan progresif mengembangkan teori pendidikan yang mendasarkan diri pada beberapa prinsip, antara lain sebagai berikut:
a) Anak harus bebas untuk dapat berkembang secara wajar.
b) Pengalaman langsung merupakan cara terbaik untuk merangsang minat belajar.
c) Guru harus menjadi seorang peneliti dan pembimbing kegiatan belajar.
d) Sekolah progresif harus merupakan sebuah laboratorium untuk melakukan reformasi pedagogis dan ekperimentasi.
6) Rekonstruksionisme
Rekonstruksionalisme adalah suatu kelanjutan yang logis dari cara berpikir progresif dalam pendidikan. Individu tidak hanya belajar tentang pengalaman-pengalaman kemasyarakatan masa kini disekolah, tapi haruslah memelopori masyarakat kearah masyarakatbaru yang diinginkan. Dan dalam pengertian lain.Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat.
2.Landasan Sosiologis
Manusia yang hidup berkelompok, sesuatu yang terjadi dengan yang lain sama halnya hewan, tetapi pengelompokan pada manusia lebih rumit dari pada hewan. Pada wayan Ardhan hidup berkelompok pada hewan memiliki ciri: Pembagian pada anggotanya, Ketergantungan pada anggota, Ada kerjasama anggota, Komunikasi antar anggota, Dan adanya diskrimunasi antara individu satu denan yang lain dalam kelompok Pengertian tentang landasan sosiologi adalah dimana suatu proses interaksi antar dua individu, bahakan dua generasi dan memungkinkan generasi muda untuk mengembangkan diri. Sehingga melahirkan cabang cabang sosiologi antara lain sosiologi pendidikan dan ruang lingkup yang di pelajari antara lain:
a. Hubungan pendidikan dengan aspek masyarakat lain, yang mempelajari:
1) Fungsi pendidikan dalam kebudayaan
2) Hubungan sisitem pendidikan dan proses kontrol sosiala dengan sstem kekuasaan lain.
3) Fungsi pendidikan dalam memelihara dan mendorong proses sosial dan perubahan kebudayaan.
4) Hubungan antar kelas social
5) Fungsional pendidikan formal yang mencakup hubungan dengan ras,kebudayaam dan kelompok kelompok dalam masyarakat.
b. Masyarakat indonesia sebagai landasan sosiologi sistem pendidikan nasional (sisdiknas)
1) Masyarakat sebagai kesatuan hidup memiliki ciri utama anatara lain:
2) Adanya interaksi antar warga warganya
3) Pola tingkah laku yang diatur adat istiadat, hukum dan norma yang berlaku.
4) Adanya rasa identitas yang mengikat pada warganya.
3. Landasan Kultural
Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbale balik, sehingga kebudayaan dapat dilestarikan/dikembang dengan jalan mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan, baik secara informal maupan formal.
Pengertian tentang Landasan Kultural merupakan sebuah kebudayaan sebagai gagasan dan karya manusia beserta hasil budi dan karya itu akan selalu terkait dengan pendidikan, dan dalam belajar arti luas dapat berwujud:
a. Ideal seperti ide, gagasan, nilai dan sebagainya.
b. Kegiatan yang berpola dari manusia dalam masyarakat, dan
c. Fisik yakni benda hasil karya manusia.
Seperti yang di kemukakakan sisdiknas, yaitu pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia, dimana kehidupan masyarakat indonesia
yang majemuk dan akan kaya kebudayaannya dan keberadaan semua itu semakin kukuh. Oleh karena itu, kebudayaan nasional haruslah dipandang dalam latar perkembangan yang dinamis, seiring dengan semakin kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sesuai dengan asas Bhinneka Tunggal Ika.
4. Landasan Psikologis
Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia, sehingga landasan psikologis merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang
pendidikan. Pada umumnya landasan psikologis dari pendidikan tersebut terutama tertuju pada pemahaman manusia, khususnya tentang proses
perkembangan dan proses bel
Pengertian Landasan Psiklogis merupakan pemahaman peserta didik utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan, merupakan faktor keberhasilan untuk pendididkan. Dalam maksud itu, Psikologimenyediakansejumlahinformasi/kebutuhan tentang kehidupan pribadi manusia pada umumnya serta gejala-gejala yang berkaitan dengan aspek pribadi.
Seperti di kemukakakn teori A. Maslow kategori kebutuhan menjadi enam kategori meliputi:
a.Kebutuhan fisiologis: kebutuhan memmpertahankan hidup (makan, tidur,istrahat dan sebagainya).
b. Kebutuhan rasa aman: kebutuhan terus nenerus merasa aman dan bebas dari ketakutan.
c. Kebutuhan akan cinta dan pengakuan: kebutuhan rasa kasih sayang dalam kelompok.
d. Kebutuhan akan alkuturasi diri: kebutuhan akan potensi potensi yang di miliki.
e. Kebutuhan untuk mengetahui dan di pahami: kebutuhan akan berkaitan dengan penguasaan iptek .
Perkembangan peserta didik sebagai landasan psikologis perkembangan manusia yang berlangsung sejak konsepsi (pertemuan ovum dan sperma) sampai saat kematian, sebagai perubahan maju (progresif) ataupun kadangkadang kemunduran (regresif). Salah satu aspek dari pengembangan manusia seutuhnya adalah yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian, utamanya agar dapat diwujudkan kepribadian yang mantap dan mandiri.
Meskipun terdapat variasi pendapat, namun dapat dikemukakan beberapa prinsip umum kepribadian. Disebut sebagai prinsip prinsip umum karena prinsip tersebut yang dikemukakan dengan variasi tertentu dalam berbagai teori kepribadian. Prinsip itu akan tampak bervariasi pada kepribadian manusia tertentu (sebab: kepribadian itu unik)Terdapat dua hal kepribadian yang penting di tinjau dari konteks
perkembangan kepribadian, yakni:
a. Terintegrasinya seluruh komponen ke dalam struktur yang teroganisir secara sistematik.
b. Terjadi tingkah laku yang konsisiten dalam menghadapi lingkungan.
5. Landasan Ilmiah dan Teknologis
Seperti yang kita ketahui, iptek menjadi bagian utama dalam isi pengajaran; dengan kata lain, pendidikan sangat berperan penting dalam pewarisan dan pengembangan iptek.
Pengertian tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) adalah terdapat beberapa istilah yang perlu dikaji agar jelas makna dan kedudukan
masing-masing yakni pengetahuan, ilmu pengetahuan, teknologi. Pengetahuan (knowledge)
adalah segala sesuatu yang diperoleh melalui berbagai cara pengindraan terhadap fakta, penalaran (rasio), intuisi, dan wahyu.
Perkembangan Iptek sebagai Landasan Ilmiah. Iptek merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, yang telah dimulai pada permulaan kehidupan manusia. Bukti historis menunjukkan bahwa usaha mula bidang keilmuan yang tercatat adalah oleh bangsa Mesir purba, dimana banjir tahunan sungai Nil menyebabkan berkembangnya system almanac, geometri dan kegiatan survey.
Berdasarkan sumber perolehannya,landasan pendidikan bisa dikategorikan kedalam beberapa jenis,yaitu sebagai berikut :
1. Landasan religius pendidikan
Landasan religius pendidikan diambil dari nilai-nilai religi kegamaan dan kepercayaan.Landasan pendidikan disusun dengan mengambil konsep pendidikan yang ada dan diajarkan dalam agama, sehingga landasan pendidikan yang ada harus selaras dengan agama yang kepercayaan masyarakat.
2. Landasan filosofis pendidikan
Yakni nilai-nilai filosofis yang dijadikan standar tolok ukur dalam suatu sistem pendidikan.Nilai-nilai filosofis ini tergantung dari apa yang dipercaya sebagai pandangan hidup dalam masyarakat yang bersangkutan.Di Indonesia sendiri, landasan filosofis pendidikan harus mengcu pada nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan negara.
3. Landasan ilmiah pendidikan
Yaitu konsep atau teori yang diambil dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dan mempengaruhi proses dan praktek pendidikan tersebut. Misalnya, ilmu psikologi, sosiologi, dan sebagainya.
4. Landasan yuridis atau landasan hukum pendidikan
Yakni landasan pendidikan yang mengacu pada konsep atau teori yang berasal dari peraturan perundang-undangan yang berlaku.Landasan pendidikan yang disusun tidak boleh bertentangan dengan hukum dan peraturan yang ada.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pengertian Landasan Yuridis Pendidikan
3. Fungsi Landasan Pendidikan
Dapat di simpulkan bahwa fungsi Landasan pendidikan antara lain:
1. Sebagai pijakan utama yang kokoh dan adil untuk memastikan keadilan pendidikan seperti dalam landasan hukum pendidikan.
2. Barometer utama untuk memastikan kualitas pendidikan yang terarah sesuai dengan kebutuhan dan tujuannya.
3. Landasan perlindungan hukum untuk menjaga keadilan dan kemerataan pendidikan.
4. Perlindungan fungsi pendidikan pada pakemnya agar tidak disalahgunakan untuk hal yang tidak baik.
5. Sebagai acuan atau tolak ukur atau acuan konsep dan tori bagi setiap pendidik dalam praktik pendidikan .
6. Sebagai konsep atau cara pandang dan bersikap dalam melaksanakan tugas pendidikan .
7. Sebagai motivator dalam menemukan dan menggali konsep-konsep pendidikan.
8. Mendorong pemikir kritis terhadap teori-teori pendidikan sehingga bisa memilah mana yang bisa dipraktikkan dan dikembangkan dalam proses pendidikan .
9. Membentuk pola pikir dan pola kerja dalam praktek belajar mengajar.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Berkaitan : Pendidikan Karakter adalah
DAFTAR PUSTAKA
Rasid,Abdul.2018. Implikasi Landasan-landasan Pendidikan .Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman.1 (1):1-15
https://jurnal.alhamidiyah.ac.id/index.php/al-fikrah/article/view/20(diakses tanggal: 01 Juni 2018)
Yanuarti,Eva.2020.Landasan Pendidikan.Pengertian,tujuan dan jenisnya,https://haloedukasi.com/landasan-pendidikan.
Dosenpendidikan.2014.Landasan Pendidikan.https://www.dosenpendidikan.co.id/landasan-pendidikan/(diakses tanggal:25 Otober 2020)
Thabroni,Gamal.(2020).LandasanPendidikan,Pengertian,Fungsi,Tujuan,Jenis.dsb.https://serupa.id/landasan-pendidikan-pengertian-fungsi-tujuan-jenis-dsb/(diakses tanggal : 25 Oktober 2020).
https://haloedukasi.com/landasan-pendidikan
Baca juga: artikel Landasan Pendidikan adalah
https://www.dosenpendidikan.co.id/landasan-pendidikan/
•
•
•
•
•